Tuesday, October 20, 2015

Rindu yang mesti ku tebus

Malam ini, aku sedang berada di ruangan yang penuh dengan hiasan yang begitu indah. Namun, bagiku ruangan ini terasa kosong. Mengapa aku merasa hampa di ruangan ini? Padahal nyatanya saya sedang berada diruangan yang penuh pernak-pernik. Aku merasa diruangan ini gelap dan kosong  tanpa benda apapun, kecuali aku dan segenggam rindu ini. Aku tak begitu tahu sepenuhnya, mengapa rindu ini selalu menghantuiku tiap hari. Akupun tak tak begitu paham, darimana datangnya rindu ini. Entah dari khayalan, pikiran, rasa, ataupun sekedar bercerita dengan hati sendiri.

Aku tak begitu paham betul apa definisi rindu:’)

Rindu…..

Rindu bagiku ialah layaknya kita sedang mendaki gunung yang tinggi. Melewati bebatuan, melewati sungai, beristirahat sejenak, melewati beberapa tanjakan yang susah untuk dilalui. Setelah sampai ke puncak gunung, kita akan bernafas legah karena merasa puas  telah melewati beberapa rintangan.
Sama hal-nya dengan rindu. Aku tak tahu bagaimana caranya melewati rindu yang selama ini menganggu tidur nyenyak ku. Aku akan merasa nyaman ketika rindu itu bisa ku tebus. Cepat atau lambat rindu itu akan berakhir dengan nafas legah. Tapi kapan?

Aku akan terus menunggu rindu itu sampai titik puncak rindu menembus kebahagiaan yang selama ini terselip di balik kegalauan akan rasa rindu. Aku percaya waktu tak berjalan layaknya siput.
Aku tak tahu berapa topeng yang harus kupakai untuk menutupi wajah yang pura-pura terlihat baik-baik saja, menutupi mata yang tak begitu cerah dan sehat, menutupi kesedihan diwajahku akan rindu yang terus menerus menghantui ku, dan aku tak tahu dengan tantangan apa yang mesti ku lakukan untuk menembus rindu itu.

Rindu itu layaknya se-orang siswa sekolahan yang masa bodoh. Datang dan pulang semaunya. Tak tahu aturan dan tak tahu menghargai.

Tulisan ini mungkin jelek, tulisan ini mungkin tidak begitu tertata rapi, tulisan ini mungkin hanya alusinasi ku untuk menemuinya kembali, aku harus menebus rindu itu.