Malam ini, aku sedang berada di ruangan yang penuh dengan
hiasan yang begitu indah. Namun, bagiku ruangan ini terasa kosong. Mengapa aku
merasa hampa di ruangan ini? Padahal nyatanya saya sedang berada diruangan yang
penuh pernak-pernik. Aku merasa diruangan ini gelap dan kosong tanpa benda apapun, kecuali aku dan segenggam
rindu ini. Aku tak begitu tahu sepenuhnya, mengapa rindu ini selalu
menghantuiku tiap hari. Akupun tak tak begitu paham, darimana datangnya rindu
ini. Entah dari khayalan, pikiran, rasa, ataupun sekedar bercerita dengan hati
sendiri.
Aku tak begitu paham betul apa definisi rindu:’)
Rindu…..
Rindu bagiku ialah layaknya kita sedang mendaki gunung yang
tinggi. Melewati bebatuan, melewati sungai, beristirahat sejenak, melewati
beberapa tanjakan yang susah untuk dilalui. Setelah sampai ke puncak gunung,
kita akan bernafas legah karena merasa puas telah melewati beberapa rintangan.
Sama hal-nya dengan rindu. Aku tak tahu bagaimana caranya
melewati rindu yang selama ini menganggu tidur nyenyak ku. Aku akan merasa
nyaman ketika rindu itu bisa ku tebus. Cepat atau lambat rindu itu akan
berakhir dengan nafas legah. Tapi kapan?
Aku akan terus menunggu rindu itu sampai titik puncak rindu
menembus kebahagiaan yang selama ini terselip di balik kegalauan akan rasa
rindu. Aku percaya waktu tak berjalan layaknya siput.
Aku tak tahu berapa topeng yang harus kupakai untuk menutupi
wajah yang pura-pura terlihat baik-baik saja, menutupi mata yang tak begitu
cerah dan sehat, menutupi kesedihan diwajahku akan rindu yang terus menerus
menghantui ku, dan aku tak tahu dengan tantangan apa yang mesti ku lakukan
untuk menembus rindu itu.
Rindu itu layaknya se-orang siswa sekolahan yang masa bodoh.
Datang dan pulang semaunya. Tak tahu aturan dan tak tahu menghargai.
Tulisan ini mungkin jelek, tulisan ini mungkin tidak begitu
tertata rapi, tulisan ini mungkin hanya alusinasi ku untuk menemuinya kembali,
aku harus menebus rindu itu.
