Thursday, April 9, 2020

Tanaman yang tak dirawat


Di suatu taman yang sudah lama tak terawat, terdapat tanaman yang tak bisa mati kata orang-orang. Tanaman yang masih setengah tumbuh telah di injak-injak oleh banyak orang jahat. Karena orang-orang tak ingin melihatnya berada disana. Tidak lama kemudian, ada orang baik yang berkunjung ke taman tersebut. Ia menemukan tanaman kecil yang masih  tetap tumbuh. Ia pun heran mengapa tanaman itu tak mati ketika orang-orang telah mencoba merusaknya?

Ia lalu menatap tanaman tersebut dengan jeli, bahkan dipikirannya tanaman ini masih bisa tumbuh dengan sempurna. Lalu ia memindahkan tanaman itu ke wadah seadanya dan membawanya pulang. Bahkan ia mengatakan kalau ia ingin merawatnya. Sesampainya dirumah orang baik itu, tanaman tersebut pun ditaruhnya di wadah yang sesungguhnya.
Si orang baik mulai merawat tanaman itu. Sesekali ia menebarkan bibit-bibit ke tanaman itu. Ketika cuaca sedang baik-baiknya tanaman tersebut menumbuhkan sedikit demi sedikit akarnya hingga batangnya. Perlahan-lahan mulai memunculkan dedaunan. Orang baik itu selalu menyiramnya bahkan diajaknya berbicara. “Aku berjanji akan menjagamu dan merawatmu hingga kamu memunculkan bunga yang mekar”, kata orang baik itu sembari memegang dedaunan dari tanaman itu.

Entah kenapa, si orang baik itu tiba-tiba pergi. Ia bahkan lupa untuk menyiram tanaman itu diesokan harinya. Hari demi hari, minggu demi minggu, ia tak kunjung kembali juga. Ia bahkan lupa kalau ia mau menemaninya tumbuh bermekaran. Lambat laun tanaman itu daun-daunnya mulai berguguran, batangnya pun ikut rapuh. Tanaman yang tadinya hampir tumbuh dengan sempurna tiba-tiba patah lagi.

Tanaman itu masih tumbuh walau tanaman itu makin hari makin layu. Tapi, wadahnya masih lembab menyisakan sisa air pada tanah yang menempel di akarnya. Tanaman itu masih bisa tumbuh jikalau si orang baik itu masih ingin kembali merawatnya hingga bermekaran seperti apa yang ia ucapkan ketika menemukan tanaman tersebut disaat orang-orang hanya mau menyingkirkannya. Tetapi, jika ia tak mengingat bahwa ada hal yang tak ingin ia tinggalkan, berarti tanaman itu ia biarkan layu semakin layu, mengering, rusak, lalu mati.

Wednesday, April 8, 2020

2020 Yang Amat Berat

Malam ini, aku berderai air mata lagi dan lagi. Tahun yang begitu banyak duka bagiku. Tubuhku tak sanggup lagi menopang itu semua. Aku seperti kehilangan arah. Aku seperti masuk ke dalam ruangan gelap yang tak menemukan cahaya satupun; bak terperangkap dan tak menemukan kunci untuk keluar dari dalam ruangan tersebut. Seorang diri; lemah tak berdaya. Sampai sekarang aku masih berada di dalam ruangan itu.

Tahun yang sekiranya menghantamku keras.
Tahun yang sekiranya menamparku.
Tahun yang sekiranya menendangku dengan amat sangat kuat.
Tahun yang sekiranya menghancurkan separuh jalanku.
Tahun yang sekiranya menghabiskan air mataku.

Tuhan, jikalau aku punya banyak salah dan dosa. Maafkanlah hambaMu ini yang berlumur dosa dan hina. Maafkanlah jikalau selama ini aku punya banyak salah terhadap hambaMu yang lain. Maafkanlah jikalau selama ini aku menyakiti hati orang lain. Maafkanlah jikalau selama ini aku menghina orang lain, dan maafkanlah jikalau selama ini aku tidak bisa berbuat banyak pada hamba-hambaMu yang lain.

I’ve lost many things
  • Aku telah kehilangan orang yang membuatku nyaman berada di dekatnya. Aku telah kehilangan orang yang mampu menasehatiku dengan baik. Aku kehilangan orang yang begitu amat sangat ku cintai yang ingin ku jaga seumur hidupku tapi takdir berkata lain. Aku kehilangan tempat mengadu berkeluh kesah. Aku kehilangan tempat yang ku kira rumah bagiku dan aku kehilangan pendengar yang baik dimana selama hidupku tak pernah aku dapatkan.
  • Aku kehilangan tempat dimana tempat aku tumbuh dewasa. Aku kehilangan ocehan pedas. Aku kehilangan perhatian kecil. Aku kehilangan tawa dari orang-orang yang menemani ku tumbuh dewasa.
  • Aku kehilangan keramaian tempat dimana aku bisa HAHAHA HIHIHI, tapi nyatanya HUHUHU.
  • Malam ini, tepat tanggal 8 april 2020. Aku kehilangan sosok yang ku idolakan dan ku banggakan. Seorang musisi hebat bertalenta, Gleen Fredly. Aku kehilangan panutan yang lagu-lagunya bisa menyayat hati. Lagu-lagunya sering aku dengarkan ketika aku harus berpisah dengan orang yang ku sayangi.
Tahun 2020 baru berjalan 3 bulan lebih tetapi tangis yang ku lalui begitu banyak. Aku tak tahu lagi aku akan kehilangan apa lagi di 8 bulan ke depannya. Aku hanya bisa pasrah dengan apa yang akan terjadi nantinya. Entah itu aku akan kehilangan ataukah orang-orang merasa kehilangan aku.

Jujur, I can’t take 2020 :’) I’m done. Bumi dan hati, lekaslah pulih. I can't take it anymore. 

I need a place to rest and i want to sleep in peace.